Warkvlt ingatkan jasa para pahlawan lewat album Merdeka

warkvlt - es.klear.com

Mengenang jasa para pahlawan bangsa sejatinya harus terus dilakukan. Bukan hanya karena ada momentum Hari Pahlawan seperti saat ini (10/10/2015) diperingati. Itu pula yang coba dilakukan oleh kelompok Warkvlt (baca: warkult).

Alih-alih lirik-lirik lagu mereka bercerita tentang peperangan di dunia fantasi laiknya band pengusung war black metal di belahan barat sana, band yang dulunya bernama Impish ini memilih menceritakan peperangan nyata yang terjadi di Indonesia dalam album perdana Merdeka (rilis Januari 2015).

Maju Serbu Serang Hancurkan!!! adalah lagu yang mengingatkan bagaimana rakyat Indonesia berjuang tidak kenal takut mempertahankan kemerdekaan dari serbuan pasukan sekutu dalam peristiwa 10 November 1945.

Pada lagu lain berjudul Kibaran Bendera Segumpal Darah, giliran perjuangan Kolonel I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya menghadapi Belanda di Desa Marga, Tabanan, Bali, jadi inspirasi. Peristiwa yang terjadi pada 20 November 1946 itu dikenal dengan nama Puputan Margarana.

Sementara dalam lagu Kibaran Bendera Segumpal Darah, kuartet yang terdiri dari Sigit Abaddon (vokal), Abah Desecrator (gitar), Heri The Abyss (bas), dan Riyan Blastphemy (drum) ini coba mengabadikan Palagan Ambarawa. Sebuah perang hebat demi merebut Kota Ambarawa, Semarang, yang berlangsung selama empat hari sejak 12 Desember 1945.

Berbalut musik kencang dengan sisipan bunyi rentetan peluru yang ditembakkan dari magasin, lontaran bom, suara pidato dari Bung Karno dan Bung Tomo, semangat patriotisme dan nasionalisme yang diusung Warkvlt semakin kental terasa. Maksud disisipkannya suara-suara tersebut untuk membangun atmosfer perang yang mereka ceritakan dalam lagu.

Lagu-lagu lain yang juga mengandung semangat serupa adalah Nusantara Jaya, Tanah Air (ciptaan Ibu Sud), Memerah di Atas Darah Perjuangan, dan Soldiers of Pajajaran.

Abah Desecrator penulis sebagian besar lirik lagu Warkvlt mengatakan kepada Beritagar.id, Selasa (10/10/2015), bahwa tema perjuangan bangsa dalam album Merdeka sejalan dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang mereka usung.

"Kami ingin senantiasa mengingatkan bahwa kemerdekaan ini tidak diraih dengan mudah, tapi dengan darah dan air mata. Sudah selayaknya pahlawan dikenang tidak sebatas pada perayaan semisal Hari Pahlawan, Sumpah Pemuda, dan 17 Agustus-an saja," tegasnya.